Google+

This Is Me.

Welcome to me

Memang Itukah Ia.?

Kurasa cerita baru takkan mempengaruhi sedikitpun cerita lama yang pertama lebih dahulu, lebih indah, yang telah melekat darah daging pada tulang-tulang penyangga jiwa.
Hadir dalam setiap indra. terpancar wanginya dalam rutinitas seremoni doa-doa yang semakin hari semakin nikmat hingga tinggallah nikmat dalam candu perilaku per-detik-menit hingga jenuhlah menanti jika tak kuat melawan waktu, melawan bau yang selaju hari bertambah nyengat dari sisa-sisa dalam kubur yang mati, yang menanti hari untuk bertemu kembali. 
Yang mungkin hanya pada hari itu kita akan dalam entah nyata atau maya bertemu. maka jika syak demikian kulayang harapan diantara yang besar lainnya untuknya. karena kaulah ceritaku. cerita yang tak sengaja kuharap. 

Selayak takdir kau hadir, selayak takdir tak kutahu kan berakhir, selayak takdir tak kutahu manis atau getir.
dengan getir-getar gurat kugores harap.
Harapan y melenakan, membingungkan.
Selayak cinta, atau memang itukah ia.?
#SyairKelaparan

0 komentar:

Posting Komentar