Google+

This Is Me.

Welcome to me

Jual Diri Lewat Portofolio


Mungkin saat Anda berencana melamar kerja atau menawarkan jasa untuk menangani suatu proyek, Anda diminta untuk mengirimkan portofolio diri atau karya Anda. Anda mungkin masih bingung dengan portofolio itu sendiri.

Nah, agar Anda tidakbingung lagi Anda mesti tahu bahwa portofolio merupakan kumpulan karya-karya terbaik yang telah Anda buat dalam waktu tertentu. Saat ini bisa jadi portofolio merupakan elemen terpenting dalam melamar pekerjaan atau menawarkan jasa Anda.

Terutama bagi Anda dengan pendidikan dan pengalaman kerja yang erat dengan seni. Seperti misalnya desain grafis, arsitektur, dan fotografi. Bidang jurnalistik juga bisa Anda buat dalam portfolio dengan membuat kliping tulisan dan prestasi Anda.

Sedangkan isi portofolio bisa disusun berdasarkan tugas-tugas yang sudah Anda buat selama Anda bekerja. Ingat, dalam membuat portofolio Anda tidak boleh sembarangan. Karena, portofolio mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam melamar pekerjaan maupun menawarkan jasa tersebut.

Terpenting yang harus Anda ketahui adalah portofolio berfungsi sebagai ajang ‘menjual diri’. Portofolio juga bisa menunjukkan karakter dan kemampuan Anda yang sesungguhnya.

Nah, berikut 6 saran bagi Anda dalam membuat portofolio. Ayo simak!


  1. Pilihlah karya terbaik yang Anda miliki yang sekaligus mewakili selera pribadi Anda. Untuk itu, Anda harus selektif memilih karya-karya yang anda miliki. Jangan sekalipun Anda menyertakan hasil karya yang Anda sendiri sadar bahwa karya itu tidak begitu bagus.
  2. Karya yang Anda pilih harus dapat menunjukkan spesialisasi Anda. Misalkan, Anda berpengalaman di bidang fotografi fashion, maka tonjolkan foto-foto fashion ketimbang foto-foto still life. Jika Anda piawai dalam desain interior kantor maka tonjolkan karya desain interior terbaik Anda.
  3. Bisa juga Anda sertakan keterangan gambar dengan memuat tanggal dibuat dan sedikit penjelasan tentang karya Anda. Misalnya kapan dan dalam rangka apa Anda membuat karya tersebut.
  4. Jangan sekalipun Anda menyertakan hasil karya teman atau orang lain di dalam portofolio Anda. Jika orang yang karyanya Anda bajak itu tahu, Anda akan berurusan panjang dengannya. Anda akan dikenakan tuduhan telah melanggar HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Biar bagaimanapun lebih aman menyertakan karya asli pribadi.
  5. Gunakan format kertas yang tidak terlalu besar. Karena kertas yang besar selain boros, juga akan menyulitkan jika Anda harus melakukan presentasi atas karya-karya Anda. Lebih baik Anda gunakan kertas A4, walaupun Anda membuat portofolio arsitektur maupun seni rupa.
  6. Untuk warna dasar Anda bebas memilih sesuai selera Anda. Tetapi agar lebih jelas mungkin Anda bisa memilih hitam sebagai warna dasar hasil karya-karya Anda.


Semoga artikel di atas bermanfaat bagi Anda.
Kenali dan cobalah! 
Sukses untuk Anda!

www.glorianet.org - www.loker.web.id

2 komentar:

  1. kenapa warna dasar harus hitam ya? :)

    BalasHapus
  2. portofolio desain, itu yang bikin aku sampai sekarang bingung, soalnya aku ngerasa karyaku gak bgt jadi bingung sendiri, trus desain yg keren itu yang kayak gimana? sampai sekarang masih bingung udah buat banyak portofolio tapi ya gitu menurutku semua karyaku masih standat, gimana solisinya y?

    BalasHapus