Google+

This Is Me.

Welcome to me

Cintailah Proses Ini

Menyajikan sajian yang bagus tentu harus melalui proses yang bagus pula. Sebuah ungkapan umum yang cocok diaplikasikan dimana saja. Begitu-pun untuk sebuah pertunjukan, walau itu hanya merupakan sebuah pertunjukan mini untuk dinikmati oleh atmosfir yang mini pula diantara runtutan proses panjang sebuah latihan dan pembelajaran tingkat dasar.

Melakukan yang terbaik, menampilkan yang terbaik, menjadi kewajiban setiap pelaku seni pertunjukan tanpa perlu melihat timbal balik lain melebihi kepuasan diri setelah membuat setiap saksi yang melihat menyinarkan kepuasan di matanya.

Hal di atas tepat berlaku jika pertunjukan tersebut hanya terbatas pada orientasi hasil akhir pertunjukan. Namun berbeda kini, dimana kita berproses bukan untuk dinilai hasil dari pertunjukan tersebut, juga bukan untuk mendapat nilai tambah dalam koloni angka penyusun IPK.

Kita berproses dan berproses, dan jika saja tidak akan ada titik final dari proses ini, maka proses inilah hasil kita. Karena proses yang kita jalani ini lebih berarti dari apa yang akan kita tampilkan nanti.

Kenapa? Karena kita sedang membangun. Kita membangun jiwa dalam diri kita untuk menjadi sosok insan seni, insan seni pertunjukan. Dimana setelah memberinya tempaan kokoh, maka ia akan siap untuk menjadi apapun setelah itu untuk menuju orientasi baru dari pertunjukan. Bukankah itu yang diharapkan oleh setiap orang yang bermain disini? Ibarat membangun gedung, apapun akan mudah terbentuk jika pondasi telah menjanjikan, dan proses inilah pondasinya jika kita memang ingin lebih megah bermain.


Jadi buat kawan-kawan, terutama diri saya yang masih goyah ini, mari kita lakukan proses ini sepenuh hati. Cintailah proses garapan teater, kapanpun, dimanapun.

Cintailah Proses Ini - Kaedah Pak Sutradara, hehe
Kaedah Pak Sutradara, hehe :D Alaynya=70.

0 komentar:

Posting Komentar